Untuk apa ya?????
Mungkin kita pernah menggunakan soffware data recovery yang bekerja under dos, seperti halnya norton ghost, HDDRegenerator, dll yang mengharuskan program tersebut hanya dapat digunakan pada DOS bukan windows.
Terus apakah kita akan memasang DOS di PC kita??? Sepertinya tidak perlu, untuk bisa menggunakan DOS, 1 disket lebih dari cukup, namun untuk menjalankan aplikasi seperti tersebut di atas, 1 disket kadang tidak cukup, bisa 2-4 disket yang harus digunakan agar aplikasi tersebut bisa berjalan.
Dengan Virtual FDD, semua aplikasi tersebut bisa kita masukan ke dalam 1 keping cd/dvd, termasuk cd windows ato linux.
Terkadang, tidak semua aplikasi dos bisa dieksekusi langsung, namun mengharuskan dieksekusi ketika booting dos, hal ini mungkin untuk mencegah miss driver. Dengan Virtual FDD, file booting tersebut bisa kita masukan ke dalam cd/dvd, kita bisa memilih menu untuk berbagai aplikasi yang kita butuhkan dalam 1 keping.
vdwin.exe-sebagai-virtual-fdd-floppy-disk-drive
BAB 3
KONFIGURASI ROUTING
Masalah routing merupakan konsekuensi dari internetworking. Semakin kompleks topologi dan konfigurasi dari network, semakin penting teknik dan sistem routing yang andal untuk diimplementasikan dalam network. Pada bagian awal, akan diterangkan masalah subnetting, yaitu pembuatan subnetwork dari suatu kelas network, sebagai dasar untuk memahami konsep nomor network dan nomor host. Diterangkan juga teknik masking untuk membentuk subnetwork dan menentukan nomor network. Beberapa contoh konfigurasi routing yang sering digunakan akan dibahas untuk membantu pemahaman. Menyusul kemudian routing table, yang harus dimiliki oleh semua host TCP/IP agar dapat mengirimkan datagram ke tujuan. Routing table minimum harus dimiliki oleh setiap host. Untuk gateway/router, routing table akan bertambah panjang dan kompleks, sesuai dengan konfigurasi network yang terhubung dengannya. Dengan perkembangan network yang sangat cepat, routing statis akan menyulitkan pekerjaan administrator network untuk mengupdate routing table sesuai perubahan / penambahan pada netowrk. Untuk itu digunakan protokol routing, yang berfungsi untuk mengupdate routing table secara dinamis tanpa campur tangan operator. Subnetting dan nomor network sangat berperan di sini. Pada bagian akhir akan diterangkan penggunaan routed / gated sebagai implementasi dari salah satu protokol routing, Routing Information Protocol (RIP), pada network.
1. Pokok Bahasan
* Subnetting
* Topologi Network dan Routing
* Konfigurasi Routing yang Sering digunakan
* Membentuk Routing Table
* Routing Information Protocol
* Penggunaan routed / gated
Download Lengkap http://www.ziddu.com/download/4595060/BAB3KonfigurasiRouting.pdf.html
PENDAHULUAN
Pada bagian ini dibicarakan hal-hal mendasar yang akan dipakai dalam bab bab selanjutnya. Pertama kita akan membahas protokol TCP/IP dengan penekanan pada konsep TCP/IP internetworking, kemudian kita juga mengulas dasar dasar yang digunakan dalam membentuk jaringan TCP/IP, termasuk didalamnya IP Address, routing dan name service. Dan yang terakhir adalah review konfigurasi perangkat keras yang ?diperlukan dalam mensetup jaringan.
1. Objektif
Setelah mengikuti session ini, para peserta tutorial diharapkan dapat:
• Mengerti apa itu protokol TCP/IP dengan penekanan pada konsep TCP/IP dan implementasinya pada internetworking,
• Memahami dasar-dasar yang digunakan dalam membentuk jaringan TCP/IP, termasuk didalamnya IP Address, routing dan name service.
• Mengetahui konfigurasi perangkat keras yang diperlukan dalam ?membangun sebuah jaringan.
2. Pokok Bahasan
1. Konsep TCP/IP Internetworking
2. Dasar-dasar Pembentukan Jaringan
3. Review Instalasi Jaringan
Download artikel lengkap
http://www.ziddu.com/download/4595062/PendahuluanKonsepTCP_IP.pdf.html
SocialVibe